Pecah! Bentrokan Ojol vs Opang di Stasiun Cibatu, Satu Driver Jadi Korban Amukan

Hendra YG
Ratusan ojol saat mendatangi polsek Cibatu. Foto iNewsGarut.id/ Hendra YG

GARUT, iNewsGarut.id – Kericuhan antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan terjadi di kawasan Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Peristiwa tersebut dipicu dugaan pengeroyokan terhadap seorang pengemudi ojol saat hendak menjemput penumpang kereta api.

Insiden bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika seorang pengemudi Grab datang ke Stasiun Cibatu untuk menjemput penumpang yang baru tiba. Kehadiran pengemudi ojol itu mendapat penolakan dari ojek pangkalan setempat, hingga memicu adu mulut yang berujung keributan.

Merasa situasi tidak kondusif, pengemudi Grab tersebut memilih meninggalkan lokasi dan kembali ke Garut. Namun kabar dugaan pengeroyokan cepat menyebar di kalangan komunitas ojol.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam aliansi ojol bergerak menuju wilayah Cibatu. Sekitar 200 driver mendatangi Kantor Polsek Cibatu dan area Stasiun Cibatu untuk meminta kejelasan dan perlindungan hukum atas insiden yang menimpa rekan mereka.

Ketua Yayasan Ojol Garut, Maki, menyebut kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

“Rekan kami mengaktifkan aplikasi saat berada di Cibatu dan hendak memberi penjelasan kepada konsumen. Namun sebelum komunikasi berjalan baik, terjadi interaksi dengan ojek pangkalan yang berujung keributan,” kata Maki kepada wartawan.

Ia menambahkan, satu orang pengemudi ojol mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

“Kondisi korban tidak sampai kritis, namun tetap kami dampingi dan laporkan secara resmi,” ujarnya.

Maki berharap ke depan tidak ada lagi konflik antara ojol dan ojek pangkalan. Menurutnya, seluruh pengemudi sama-sama mencari nafkah dan perlu saling menghormati.

Sementara itu, Kapolsek Cibatu, AKP Amirudin Latif, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk meredam ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami menerima perwakilan aliansi ojol dan melakukan dialog di Polsek Cibatu. Langkah ini dilakukan agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi aksi anarkis,” ujar AKP Amirudin Latif.

Dalam dialog tersebut, aliansi ojol menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya agar dugaan pelaku pengeroyokan diproses sesuai hukum, adanya jaminan keamanan bagi pengemudi ojol di wilayah Cibatu, serta fasilitasi mediasi antara ojek pangkalan dan ojol.

Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti laporan sesuai prosedur yang berlaku dan mengedepankan pendekatan preventif serta dialogis.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ratusan pengemudi ojol membubarkan diri dan kembali ke Garut dengan pengawalan aparat dari Polsek Cibatu dan Polsek Wanaraja.

AKP Amirudin Latif menegaskan bahwa hingga kini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Cibatu terpantau aman dan terkendali.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi dan jalur hukum,” pungkasnya.

Editor : ii Solihin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network