get app
inews
Aa Text
Read Next : UMKM Pasanggrahan Butuh Dukungan Pemerintah, Bappeda Garut: Monitor Regsosek

Objek Wisata Baru di Desa Karamatwangi Menjadi Kawasan Sebagai Lokasi Agrowisata

Kamis, 14 Juli 2022 | 19:14 WIB
header img
Objek Wisata baru di kawasan carik yang berada di wilayah Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang dijadikan lokasi Agrowisata bernama "Tepas Papandayan". Foto iNewsGarut.Id/Dindin

GARUT, iNews.id  Objek Wisata baru ini berada di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, manfaatkan kawasan carik (lahan perkebunan/pertanian) yang berada di wilayah desanya untuk dijadikan lokasi Agrowisata yang bernama "Tepas Papandayan".

Pembenahan kawasan carik tersebut sudah dimulai sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 sekarang, dan dalam proses pembangunannya menggunakan anggaran yang bersumber dari dana desa.

"Untuk anggarannya itu mulai dari tahun 2019 bersumber dari dana desa, terus 2020 sama 2021, terus yang sekarang tahun 2022. Di tahun 2021 kemarin kami mendapatkan bantuan dari Dinas Pariwisata Garut untuk pembangunan wc dan gazebo," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Karamatwangi, Enjang Heriyanto, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (14/7/2022).

Ia menyebut anggaran penuh yang diperlukan untuk pembangunan Agrowisata di wilayah desanya ini berkisar pada angka 10 miliar jika ingin tuntas. 

"Sampai saat ini pembangunan di kawasan carik baru 10 persen. Sedangkan anggaran yang bersumber dari dana desa yang sudah direalisasikan untuk pembangunan disana sudah menelan dana sebesar 1,1 miliar," sebutnya.

Selanjutnya, Enjang menerangkan, terkait fasilitas yang sudah ada sampai saat ini yaitu ada bangunan plaza yang nantinya akan dijadikan resto dan cafe, serta adapun kolam renang. Ia menambahkan, rencananya akan ada pula sarana air panas yang direalisasikan dari dana desa tahap 2 tahun anggaran 2022.

"Fasilitas saat ini kita punya plaza, plaza itu nantinya buat resto dan cafe, di bagian atasnya ada aula pertemuan, terus ada kolam renang, terus ada sarana air panas. Untuk sarana air panas insyaallah dari dana desa tahap 2 tahun anggaran 2022 dipasang, kemarin kita baru beli pipa," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga melakukan penataan lahan dan pengadaan tanaman stroberi kurang lebih sebanyak 1500 pot, itu merupakan realisasi dari program ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa.

"Jadi untuk ketahanan pangan tahap 1 kemarin kita baru memulai penataan lahan dan pengadaan stoberi, kita baru ada 1500 pot. Rencananya dana desa tahap 2 kita mau di setengah hektar itu dipenuhi semuanya menjadi kebun stroberi, karena itu bisa dijadikan nilai produktif. Dengan adanya kebun stroberi juga bisa dijadikan objek wisata," katanya.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut