Ia berharap, para mahasiswa IPDN yang nantinya akan melakukan Bhakti Karya Praja di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut bisa memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat, salah satunya terkait politik yang merupakan hak asasi bagi siapapun untuk menjadi bagian dalam pemilihan umum (pemilu).
“Tentu yang lebih penting adalah bagaimana kita memberikan pendidikan politik ada hak dari rakyat untuk memilih siapapun baik di legislatif, maupun di eksekutif, termasuk juga pemilihan presiden, tapi di sisi lain kehidupan demokrasi itu di bingkai dalam persatuan dan kesatuan berdasarkan pancasila,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor IPDN, Hadi Prabowo mengucapkan terimakasih kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta jajaran pemerintah daerah yang telah berkenan menerima dan menjadikan Kabupaten Garut sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Bhakti Karya Praja Angkatan XXX IPDN.
“Serta tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada bapak camat Kadungora, Leles, dan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler sebagai tempat lokasi bersama 51 desa di Kabupaten Garut. Dan hal ini telah merupakan kesepakatan kami untuk melakukan Bhakti Karya Praja di tahun 2022,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pelaksanan pembukaan Bhakti Karya Praja ini dilaksanaan bersamaan dengan Kabupaten Sumedang, di mana seluruh mahasiswa Praja Utama ini berjumlah 1.628 mahasiswa, yang dibagi di dua lokasi dan Kabupaten Garut sendiri sebanyak 483 praja yang terdiri dari 310 praja putra dan 173 praja putri, dan dilaksanakan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kadungora, Leles, Tarogong Kaler, dan Tarogong Kidul.
“Dan yang mengikuti Bhakti Karya Praja di Kabupaten Garut berasal dari Fakultas Politik Pemerintahan. Dari 3 prodi, yaitu prodi kaitannya dengan Kebijakan Publik sebanyak 159 praja, praja Manajemen Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 162 praja, dan praja dari Politik Indonesia Terapan sebanyak 162 praja,” pungkasnya.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait