GARUT, iNewsGarut.id – Solihin (50) warga Kampung Cijeler Kidul, Desa/Kecamatan Leuwigoong, Garut, mengaku tidak bisa tidur selama 4 tahun dikarenakan dampak dari sakit telinga yang dideritanya.
"Tidak bisa tidur, pas mau tidur ada suara desis di telinga hingga Saya harus terbangun dan tak dapat tidur lagi selama kurun waktu 4 tahun seperti itu,"kata Solihin saat disambangi iNewsGarut.id, Kamis (30/5/2024).
Solihin menceritakan awal mula tidak bisa tidur itu pada tahun 2020, berawal dari adanya gangguan di telinga yang kerap menimbulkan suara desis hingga mendengung yang menggangu tidurnya.
"Kata teman-teman awalnya itu mungkin kotoran di telinga kemudian dibersihkan dengan cottenbad tapi tetep aja ada suara desis dan mendengung, setelah itu ya tidak bisa tidur,"ujarnya.
Solihin mengaku dirinya tidak bisa tidur mulai dari tahun 2020, tapi beberapa tahun ke belakang mendengungnya sudah hilang, akan tetapi suara desisnya masih ada hingga berdampak tidak bisa tidur.
"Memang beberapa tahun ke belakang mendengungnya hilang tapi suara desisnya sampai sekarang tetap ada yang menggangu tidur,"ucapnya.
Dengan apa yang dialaminya, dirinya sudah melakukan pengobatan bahkan dirujuk ke rumah sakit, akan tetapi sampai saat ini sakit di telinganya tak kunjung sembuh.
"Dulu sudah berobat bahkan sampai dirujuk ke rumah sakit, tapi suara desis di telinga sampai sekarang masih tetap aja ada,"bebernya.
"Harapan Saya pengen cepat sembuh aja, bisa tidur nyenyak,"tandasnya.
Di tempat berbeda Kepala Puskesmas Leuwigoong dr. Yuyun Yuhendradani meluruskan dengan apa yang saat ini terjadi pada Solihin (50). Menurutnya, bahwa mungkin itu bukan tidak bisa tidur, tapi tidak nyenyak tidur.
"Perlu diluruskan ya mungkin itu bukan tidak bisa tidur tapi tidak nyenyak tidur,"cetusnya.
Begitu mendengar informasi tersebut, kata Yuyun, pihaknya mengkroscek ke rumahnya dengan membawa tim untuk melakukan pemeriksaan.
"Tim sudah ke Pak Solihin melakukan pemeriksaan, hasilnya itu ada satu kelainan pada telinganya, dan perlu pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis THT, dan bisa berdampak pada kurang tidur,"ujarnya.
Yuyun menyatakan pihaknya sudah melakukan upaya dengan membujuknya agar mau memeriksakan diri ke poli dokter spesialis THT.
"Kami sudah membujuk Pak Solihin agar memeriksa diri ke dokter spesialis THT,"pungkasnya.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait