Ketua Yayasan Ojol Garut, Maki, menyebut kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
“Rekan kami mengaktifkan aplikasi saat berada di Cibatu dan hendak memberi penjelasan kepada konsumen. Namun sebelum komunikasi berjalan baik, terjadi interaksi dengan ojek pangkalan yang berujung keributan,” kata Maki kepada wartawan.
Ia menambahkan, satu orang pengemudi ojol mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
“Kondisi korban tidak sampai kritis, namun tetap kami dampingi dan laporkan secara resmi,” ujarnya.
Maki berharap ke depan tidak ada lagi konflik antara ojol dan ojek pangkalan. Menurutnya, seluruh pengemudi sama-sama mencari nafkah dan perlu saling menghormati.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
