GARUT, iNewsGarut.id – Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Cisurpan terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (KLB PD3I), melalui penguatan imunisasi rutin lengkap, peningkatan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan, penemuan kasus dini, serta respon cepat seperti imunisasi tambahan (Catch-up/ORI) untuk memutus rantai penularan.
Pemegang Program Imunisasi PKM Cisurupan, Taofik Mauludin menjelaskan, KLB PD3I sering terjadi ketika cakupan imunisasi rutin rendah, sehingga menimbulkan risiko penularan penyakit menular pada anak-anak.
"Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, bahkan salah satu yang tertinggi di antara penyakit menular lainnya. Setiap peningkatan kasus penyakit menular, khususnya yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), memang wajib direspon dengan cepat melalui kombinasi surveilans yang kuat dan pemberian imunisasi," kata Taofik di Posyandu Hikmah 3, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Rabu (8/4/2026).
Surveilans berfungsi mendeteksi dini penyebaran kasus, sementara imunisasi memberikan perlindungan individu dan kelompok (herd immunity) secara cepat untuk menghentikan penularan.
Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek Campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1%).
Sementara itu, pada tahun 2026 hingga Minggu ke-8, tercatat 8.810 kasus suspek Campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 5 kematian (CFR 0,06%). Pada periode tersebut, terjadi 24 KLB suspek Campak di 19 kabupaten/kota di 10 provinsi, serta 12 KLB Campak konfirmasi laboratorium di 9 kabupaten/kota di 6 provinsi.
Outbreak Response Immunization (ORI) adalah imunisasi massal darurat yang dilakukan saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular seperti campak atau difteri.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
