GARUT, iNewsGarut.id – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus memperkuat pengembangan wisata berbasis transportasi kereta api dengan menjadikan Garut sebagai salah satu destinasi unggulan. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, yang meninjau langsung layanan KA Papandayan Panoramic menuju Garut, Jumat (19/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan, kebersihan sarana, serta kenyamanan penumpang tetap terjaga. Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari strategi KAI Wisata dalam mengembangkan ekosistem pariwisata berbasis kereta api di Kabupaten Garut.
Agus mengatakan, Garut memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan karena didukung keindahan alam, budaya, kuliner, dan akses transportasi yang semakin baik.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pelanggan. Garut memiliki daya tarik wisata yang luar biasa dan berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan wisata berbasis kereta api di Indonesia,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, manajemen KAI Wisata melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek layanan KA Papandayan Panoramic, mulai dari kondisi sarana, pelayanan petugas, hingga pengalaman pelanggan selama perjalanan.
Sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata, KAI Wisata tengah mengkaji pembangunan mini museum kereta api di Stasiun Garut. Museum tersebut nantinya akan menampilkan koleksi sarana dan artefak perkeretaapian bersejarah yang memiliki nilai edukatif.
Keberadaan museum mini ini diharapkan mampu menambah daya tarik wisata sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai sejarah dan perkembangan transportasi kereta api di Indonesia.
Tak hanya itu, KAI Wisata juga sedang menyiapkan berbagai paket wisata terintegrasi yang menggabungkan perjalanan kereta api dengan kunjungan ke sejumlah destinasi favorit di Garut, seperti kawasan pegunungan, wisata alam, pemandian air panas, hingga sentra kuliner khas daerah.
Tingginya minat masyarakat terhadap layanan wisata kereta api menuju Garut tercermin dari capaian okupansi KA Papandayan Panoramic. Selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan rute Gambir–Bandung–Garut pulang pergi mencapai 10.868 orang dengan tingkat okupansi rata-rata melampaui 100 persen.
Menurut Agus, angka tersebut menunjukkan tren positif terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati perjalanan wisata menggunakan kereta api.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa wisata berbasis kereta api semakin diminati. Kami optimistis pertumbuhan akan terus berlanjut melalui peningkatan layanan dan inovasi produk wisata,” katanya.
Memasuki musim liburan sekolah, KAI Wisata juga meluncurkan program Schooliday yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026. Program ini menawarkan berbagai promo bagi keluarga yang ingin menikmati perjalanan wisata menggunakan layanan KAI Wisata.
Beberapa program yang disiapkan di antaranya tarif khusus untuk layanan Kereta Wisata Charter bagi keluarga maupun rombongan, kegiatan Holiday Adventure Train dengan konsep permainan edukatif dan storytelling, promo Rail Transit Hotel berupa snack gratis untuk tamu yang membawa anak, serta paket keluarga untuk layanan Shower & Locker dengan berbagai keuntungan tambahan.
Kegiatan peninjauan KA Papandayan Panoramic turut melibatkan komunitas pecinta kereta api dan awak media. Selain merasakan langsung layanan perjalanan, para peserta juga berdiskusi mengenai pengembangan wisata perkeretaapian di Garut, termasuk rencana pembangunan mini museum di Stasiun Garut.
KAI Wisata menilai kolaborasi dengan komunitas dan media menjadi bagian penting dalam memperkuat promosi wisata daerah sekaligus membangun ekosistem wisata berbasis kereta api yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program tersebut, KAI Wisata berharap pengembangan sektor pariwisata di Garut dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta sektor usaha lokal.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
