Ato Hermanto Nahkodai PHRI Garut, Kolaborasi Lintas Sektor Digenjot untuk Dongkrak Pariwisata
GARUT, iNewsGarut.id – Kepengurusan baru Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut resmi terbentuk. H. Ato Hermanto dipercaya sebagai Ketua PHRI Garut, didampingi H. Dudung Sudiana yang mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Legal, bersama enam wakil ketua lainnya yang membidangi sektor strategis organisasi.
Di bawah kepemimpinan baru ini, PHRI Garut langsung memancang agenda besar untuk memperkuat sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran. Sinergi antar pelaku usaha, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder pariwisata disebut menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung.
Ketua PHRI Garut, H. Ato Hermanto, menegaskan bahwa upaya membangkitkan pariwisata Garut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi utama agar potensi wisata Garut dapat berkembang dan dikenal lebih luas.
“Kebangkitan pariwisata Garut bukan hanya tanggung jawab PHRI, tapi seluruh stakeholder. Mulai dari pemerintah, pelaku wisata, pemilik hotel dan restoran, hingga pelaku kuliner. Kita harus bergerak bersama, bagaimana Garut bisa dikenal, dipromosikan, dan menjadi tujuan wisata yang menarik,” ujar Ato.
Salah satu strategi yang akan didorong adalah pembentukan event-event rutin yang terjadwal dan masuk dalam kalender pariwisata daerah. Ato menilai, promosi pariwisata saat ini harus dilakukan secara kolektif dan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah daerah.
“Pemasaran pariwisata tidak cukup jika hanya mengandalkan Pemda. Kita perlu kolaborasi nyata, bagaimana semua pelaku usaha ikut terlibat mempromosikan Garut melalui event, paket wisata, hingga program kreatif lainnya,” katanya.
Dalam waktu dekat, PHRI Garut juga akan berpartisipasi aktif dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut. Momentum tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan pelaku usaha pariwisata untuk menghadirkan berbagai program menarik, seperti promo hotel, paket wisata khusus, hingga pertunjukan budaya.
Selain membahas promosi, Ato juga menyinggung dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel dan restoran. Berkurangnya kegiatan pemerintahan di hotel dan tempat wisata dinilai cukup terasa bagi pelaku usaha.
Meski demikian, Ato menilai efisiensi anggaran merupakan kondisi yang harus dihadapi bersama. “Situasi ekonomi sedang sulit, daya beli menurun, semua harus berhemat. Efisiensi ini jangan disalahkan, tapi dijadikan tantangan untuk mencari solusi melalui sinergi dan gotong royong,” ujarnya, Senin malam (26/1).
Sebagai langkah konkret, PHRI Garut menyiapkan lima program unggulan untuk mendorong geliat pariwisata daerah, yakni wisata menginap, wisata product knowledge, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata olahraga. Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal agar mampu menarik wisatawan dan meningkatkan okupansi.
“Garut punya hotel yang layak, produk kerajinan dan kuliner yang khas, budaya yang kuat, serta potensi wisata olahraga seperti kawasan Ngamplang. Semua ini harus digarap serius dan dikolaborasikan agar berdampak nyata bagi pariwisata,” pungkas Ato.
Editor : ii Solihin