Warga Binaan Lapas Garut Khusyuk Mondok dan Khatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadan
GARUT, iNewsGarut.id – Ramadan membawa suasana religius yang begitu terasa di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut. Di balik jeruji, ratusan warga binaan justru semakin giat memperdalam ilmu agama melalui program pesantren Ramadan yang digelar secara intensif setiap hari.
Sebanyak 120 warga binaan tercatat mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Terpadu Taubat Al-Mudznibin. Program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pembentukan karakter, dengan materi mulai dari iqra, tahsin, tajwid, hingga pengkajian kitab kuning.
Setiap usai salat Subuh, para warga binaan mengikuti dzikir bersama dan tadarus Al-Qur’an. Kegiatan berlanjut dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta pendalaman kitab kuning layaknya santri di pesantren pada umumnya.
Meski ada yang masih terbata-bata, semangat mereka untuk terus belajar tak pernah surut.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas IIA Garut, Rizki Hidayatullah, menyebutkan bahwa pesantren ini sebenarnya berjalan rutin. Namun selama Ramadan, pembinaan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas ibadah dan pembentukan kepribadian.
“Warga binaan dibagi dalam beberapa tingkatan, dari dasar hingga lanjutan. Harapannya, selain mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, mereka juga memiliki bekal spiritual saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Sabtu (28/2/2026).
Program pesantren Ramadan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan sikap dan mental. Di tengah keterbatasan ruang gerak, para warga binaan justru menemukan ruang refleksi diri dan harapan baru untuk menata masa depan yang lebih baik.
Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka, bahkan dari balik jeruji sekalipun.
Editor : ii Solihin