Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Diperindag ESDM) Garut, Nia Gania Karyana, menuturkan selain produk sale pisang, pihaknya akan mencoba kembali melakukan kurasi produk lain dari Kabupaten Garut untuk diekspor ke Malaysia. Terlebih, ia menilai bahwa ada beberapa produk yang sudah masuk ke gerai-gerai Indomaret.
"Nanti kan tugasnya ibu Ratu (dari bidang) P2KP (Pengembangan Promosi dan Kerjasama Perdagangan) untuk mengumpulkan beberapa produk, nanti Pak Iwan (pihak eksportir) yang menilai. Siapa tau kan tidak hanya sale pisang ya, karena sebetulnya dari sisi kemasan produk itu kan, beberapa produk sudah masuk ke Indomarco, itu bukti bahwa produk Garut itu sudah diperhitungkan," tuturnya.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa masih banyak Pekerjaan Rumah (PR), salah satunya dengan menyiapkan Industri Kecil Menengah (IKM) agar produk yang dijual bisa bertahan lama.
"Ya jadi masih banyak tugas-tugas yang harus dilakukan. Nah kehadiran Bank Jabar, tentu hanya dukungan dana dan segala macam, nanti ada pembinaan sumber daya yang kita harapkan karena keterbatasan anggaran ya," papar Kadisperindag ESDM Garut.
Sementara, Direktur PT. Lestari International Group selaku pihak eksportir, Kurniawan Seviyana, mengatakan untuk ekspor perdana ini akan mengirimkan 2.600 bal sale pisang dengan nilai order sebesar 416 juta rupiah per minggu dan ketika ditotalkan nilai orderannya dapat mencapai angka 1,7 miliar rupiah.
"Ya alhamdulilah sekarang kita bisa ekspor langsung, khususnya sale dari Garut full saru kontainer, di mana sebelumnya kita itu cuma beberapa produk aja yang di Garut yang kita ambil, biasanya kita ekspor di Ciamis. Tapi mulai Insya Allah nanti hari Rabu kita dimulai ekspor perdana dari Garut, ini kita rencana kontinyu," katanya.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait