GARUT, iNewsGarut.id – Budidaya anggur kini bukan hanya dilakukan di daerah perkotaan atau kawasan wisata besar. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seorang pemuda bernama Fajar Hambali (25) berhasil membuktikan bahwa anggur bisa menjadi komoditas bernilai tinggi bila dikelola dengan kreativitas.
Melalui tempat wisata edukasi Garut Grape Garden di Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Fajar menikmati hasil bisnis yang menggiurkan. Anggur-anggur berkualitas premium bergelantungan di berbagai sudut kebun, siap dipetik langsung oleh pengunjung.
“Konsepnya self picking. Jadi pengunjung bisa merasakan pengalaman memetik anggur di kebun, lalu ditimbang sesuai varietasnya,” kata Fajar.
Perjalanan bisnis Fajar dimulai pada 2019 dengan modal sebuah lahan kecil berukuran 200 meter persegi. Pada satu musim panen, ia bisa meraup omzet sekitar Rp40 juta. Dengan dua kali panen per tahun, ia mendapatkan pendapatan hingga Rp80 juta hanya dari satu kebun.
Kesuksesan tersebut mendorongnya untuk memperluas lahan hingga kini mencapai 1.200 meter persegi dan mampu memproduksi 500–700 kilogram anggur sekali panen dengan nilai omzet lebih dari Rp150 juta.
Untuk menjaga penjualan tetap stabil, Fajar memanfaatkan kekuatan pemasaran digital. Ia aktif mempromosikan aktivitas kebunnya melalui Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.
Strategi ini mampu memperluas pasar dan mendatangkan wisatawan tidak hanya dari Garut, tetapi juga wilayah lainnya di Jawa Barat.
“Sekarang makin banyak yang tahu Garut Grape Garden, dan pengunjung terus bertambah,” ujarnya.
Agar wisata tetap berjalan setiap bulan, Fajar menerapkan sistem panen bertahap. Ia mengatur masa pembungaan hingga pematangan anggur sehingga selalu ada buah siap petik setiap bulan.
“Pengalaman menikmati kebun anggur ini yang paling dicari pengunjung. Kami pastikan selalu ada buah yang bisa dinikmati,” tambahnya.
Selain wisata petik buah, pengunjung juga bisa belajar tentang teknik budidaya anggur, sistem pemangkasan, hingga cara membuat media tanam. Program edukasi ini juga melibatkan sekolah-sekolah melalui kegiatan outing class.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa pertanian bisa menjadi profesi yang keren untuk generasi muda,” tegas Fajar.
Fajar berharap wisata petik anggur di Garut semakin dikenal dan menjadi destinasi favorit keluarga.
“Kalau ingin berkunjung, tinggal cari Garut Grape Garden di Google Maps, sudah tersedia,” pungkasnya.
Kisah sukses Fajar menjadi inspirasi bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar, terutama ketika dipadukan dengan inovasi dan teknologi digital.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
