Produk UMKM -nya bahkan sempat viral di TikTok hingga memikat eksportir asal Cianjur yang mengajukan permintaan sampel sebanyak 30 ton untuk penjajakan ekspor.
Kini, usaha Susanti tidak hanya berhasil memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memberdayakan 113 petani aren dan 17 pekerja lokal.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan bahwa usaha ultra mikro memang membutuhkan kombinasi modal uang dan pemberdayaan agar bisa naik kelas.
Kisah Susanti membuktikan bagaimana pendampingan yang tepat mampu membawa produk pelosok menuju pasar internasional sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Melalui keberhasilan ini, Susanti berharap pendampingan berkelanjutan dari PNM terus berjalan agar makin banyak pelaku usaha kecil yang tersentuh dampak positif serupa.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
