Dari Kompensasi ke Renovasi, Kisah Haru Kusir Delman di Garut

GARUT, iNewsGarut.id – Tatep Ajo (40), seorang kusir delman asal Cihuni, Kabupaten Garut, tak menyangka nasibnya berubah drastis saat datang ke Polres Garut untuk mencairkan kompensasi larangan jalan selama musim mudik Lebaran 2025.
Awalnya, ia hanya mengharapkan uang kompensasi sebesar Rp 3 juta, namun pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membawanya pada kejutan yang jauh melampaui ekspektasinya.
Dalam kesempatan tersebut, Tatep dipanggil ke podium dan diminta untuk berbincang langsung dengan sang gubernur. Di depan publik, ia mengungkapkan kondisi rumahnya yang hampir roboh dan cerita perjuangannya dalam mengatasi beban ekonomi.
“Saya bilang ke Pak Dedi, kalau ada yang ingin membeli kambing untuk bantu perbaikan rumah yang hampir runtuh,” ujar Tatep.
Tak disangka, Dedi Mulyadi segera menawarkan untuk membeli kambing tersebut dengan harga Rp 8 juta. Tak hanya itu, sang gubernur juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp 40 juta sebagai dana renovasi rumah.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur. Bantuan ini benar-benar di luar dugaan saya,” ungkap Tatep, masih terharu.
Selain insiden tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi juga memantau langsung pencairan uang kompensasi yang dilaksanakan di Polres Garut. Proses pencairan yang dilakukan dua hari sebelum Lebaran ini ditujukan bagi seluruh operator delman dan becak di wilayah Jawa Barat.
Termasuk di Tasik, Kuningan, dan Cirebon. Di Kabupaten Garut saja, terdapat 575 operator delman dan empat operator becak yang menerima kompensasi, dengan total 1105 operator di seluruh provinsi.
Program kompensasi ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak kebijakan larangan jalan saat mudik, menjelang momen Lebaran yang penuh harapan dan kebahagiaan.
Editor : ii Solihin