Atlet Berprestasi Usai PON Dinilai Minim Perlindungan, Kasus Siti Nur Rahayu Jadi Sorotan di Garut
GARUT, iNewsGarut.id – Kasus yang dialami Siti Nur Rahayu, atlet rugby putri asal Kabupaten Garut, memunculkan sorotan terhadap sistem perlindungan atlet setelah masa kompetisi berakhir. Mantan atlet PON 2024 tersebut kini tengah berjuang melawan sakit serius tanpa jaminan kesehatan yang memadai.
Siti yang pernah memperkuat kontingen Jawa Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara dan Aceh, saat ini harus menjalani perawatan intensif akibat penyakit pecah usus yang dideritanya sejak dua bulan terakhir. Kondisi kesehatannya membuat ia hanya bisa beristirahat di rumah kediamannya di wilayah Tarogong Kidul, Garut.
Permasalahan tidak berhenti pada kondisi medis semata. Ketiadaan BPJS Kesehatan membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan biaya pengobatan, termasuk rencana operasi yang harus segera dilakukan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan jaminan dan perlindungan bagi atlet daerah setelah mereka tidak lagi aktif bertanding.
“Dulu fokus latihan dan bertanding membawa nama daerah. Sekarang saat sakit, kami harus berjuang sendiri,” ungkap Siti dengan nada lemah. Rabu (4/2/2026).
Sebagai satu-satunya atlet rugby asal Garut yang tampil di PON 2024, Siti sejatinya menjadi simbol keberhasilan pembinaan olahraga daerah. Namun realitas yang ia hadapi saat ini justru menunjukkan adanya celah dalam sistem pendampingan atlet, khususnya terkait jaminan kesehatan jangka panjang.
Ibu kandung Siti, Yeni Nurhayati, menyampaikan bahwa kondisi anaknya membutuhkan penanganan medis serius. Namun keterbatasan biaya membuat keluarga berada dalam posisi sulit.
Editor : ii Solihin