get app
inews
Aa Text
Read Next : SMP IT Al Mashduqi Garut Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025

Yatim Piatu, Bocah SD di Garut Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Jum'at, 20 Februari 2026 | 20:21 WIB
header img
Hani anak yatim piatu saat dikunjungi anggota DPRD Garut. (Foto iNewsGarut.id/ Hendra YG).

GARUT, iNewsGarut.id – Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menengok langsung kondisi Ananda Hani Nur Mulyani (9), siswi kelas 3 SDN 3 Selaawi, Kecamatan Selaawi, Jumat (20/2/2026). Hani merupakan anak yatim piatu yang sejak bayi telah kehilangan ayahnya dan beberapa bulan lalu ditinggal wafat sang ibu.

Saat ini, Hani tinggal di Kampung Citeureup RT 03 RW 09, Desa Selaawi, Kecamatan Selawi. Kondisi rumah yang ditinggalinya dinilai sangat tidak layak huni dan membahayakan keselamatannya.

Kunjungan tersebut turut didampingi unsur Pemerintah Kecamatan Selaawi, Pemerintah Desa Selaawi, pendamping sosial, serta pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Selaawi.

Yudha Puja Turnawan mengatakan, kehadirannya ingin memastikan kondisi Hani sekaligus mendorong adanya asesmen dari Kementerian Sosial (Kemensos) karena statusnya sebagai anak yatim piatu.

“Saya selaku anggota dewan hari ini menengok langsung kondisi Ananda Hani. Saya juga ingin mengabarkan kepada Kemensos agar segera dilakukan asesmen karena Hani yatim piatu. Harapan saya, ia bisa mendapatkan bantuan rumah sejahtera terpadu,” ujar Yudha.

Sejak ibunya meninggal dunia, Hani tidak lagi tinggal di rumah lamanya karena kondisi bangunan yang cukup membahayakan. Ia kini menumpang tinggal di rumah sepupunya yang letaknya masih berdekatan.

Sementara itu, kakaknya diketahui sedang merantau sehingga belum bisa sepenuhnya mendampingi Hani secara langsung.

Menurut Yudha, kondisi ini membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak agar Hani bisa memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Selain mengusulkan bantuan dari Kemensos, Yudha juga mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Harapan saya Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR berbagai BUMD maupun BUMN yang ada di Kabupaten Garut, termasuk dari lembaga pengumpul dana umat,” katanya.

Dalam perjalanan menuju lokasi, Yudha mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur Utama BPR Garut.

“Alhamdulillah, tadi saya berkomunikasi dengan Pak Cepi selaku Direktur Utama BPR Garut. Insya Allah beliau akan mengalokasikan dana CSR BPR Garut untuk ikut bergotong royong memperbaiki rumah Ananda Hani,” ungkapnya.

Ia berharap semangat gotong royong dapat menjadi solusi cepat untuk membantu Hani agar memiliki rumah yang layak huni.

Lebih lanjut, Yudha berharap Bupati Garut dapat lebih mengoptimalkan forum dan regulasi terkait penghimpunan dana CSR, apalagi data TJSLP (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) telah direvisi dan disahkan tahun lalu.

“Dengan data TJSLP yang sudah disahkan revisinya tahun kemarin, saya berharap Bupati bisa lebih optimal menghimpun dana CSR untuk kepentingan warga Garut yang terkena musibah maupun anak yatim piatu seperti ananda Hani,” tegasnya.

Yudha menekankan, kasus Hani menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.

“Semoga kita bisa bergotong royong, mencari solusi terbaik agar Ananda Hani memiliki rumah yang layak dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut