get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari Buruh 2026 IJTI Desak Stop PHK Jurnalis, Peringatkan Ancaman Serius bagi Demokrasi

Polisi dan Warga Gagalkan Dugaan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Sasak Besi Bayongbong

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:50 WIB
header img
Polisi dan Warga Selamatkan Perempuan yang Diduga Mencoba Bunuh Diri diJembatan Sasak Besi Bayongbong. Foto: iNewsGarut.id/ Hendra YG

Disclaimer: Artikel ini membahas topik tentang bunuh diri yang mungkin dapat memicu trauma atau tidak nyaman bagi sebagian orang. Jika Anda merasakan dorongan serupa, mengalami krisis emosional, atau membutuhkan teman bicara, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

GARUT, iNewsGarut.id – Kesigapan aparat kepolisian bersama warga berhasil menyelamatkan seorang perempuan yang diduga mencoba mengakhiri hidupnya di kawasan Jembatan Sasak Besi, Kampung Simpang, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (1/6/2026) dini hari.

Kapolsek Bayongbong IPTU Mahmudi mengungkapkan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 00.50 WIB mengenai seorang perempuan tanpa identitas yang berada dalam kondisi membahayakan di sekitar jembatan tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas piket siaga Polsek Bayongbong segera menuju lokasi bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Bayongbong dan dibantu warga sekitar untuk melakukan upaya penyelamatan.

Saat tiba di lokasi, korban diketahui telah berada di area bawah jembatan dengan kedalaman kurang lebih 15 meter. Berkat kerja sama antara warga dan petugas, perempuan tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat sebelum mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Nurjaman (51), warga Kecamatan Cisurupan. Saat melintas di lokasi untuk mengantar penumpang, ia melihat seorang perempuan berdiri seorang diri di tepi jembatan dengan mengenakan sweter hitam dan celana jeans.

Ketika kembali melewati lokasi yang sama beberapa saat kemudian, perempuan itu masih berada di tempat yang sama. Karena merasa khawatir, Nurjaman berusaha mendekati dan menanyakan keadaannya. Namun sebelum sempat berkomunikasi, perempuan tersebut tiba-tiba melompat ke bawah jembatan.

Saksi kemudian segera meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bayongbong guna menjalani pemeriksaan awal. Setelah mendapatkan observasi medis, korban dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut menggunakan ambulans untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Dalam proses evakuasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, yakni sebuah telepon genggam merek Vivo berwarna hitam yang masih terkunci pola serta sepasang sandal berwarna hitam.

IPTU Mahmudi mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut sehingga upaya penyelamatan dapat dilakukan tepat waktu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memendam masalah seorang diri dan segera mencari bantuan apabila mengalami tekanan psikologis maupun emosional.

"Apabila ada anggota keluarga, tetangga, atau rekan yang menunjukkan gejala depresi atau mengalami tekanan berat, segera berikan dukungan dan bantu menghubungi layanan kesehatan maupun pihak terkait agar mendapatkan pendampingan yang tepat," ujar IPTU Mahmudi.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Bayongbong masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban sekaligus mengetahui motif dan latar belakang peristiwa tersebut.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut