get app
inews
Aa Text
Read Next : Penyegaran Kepemimpinan Warnai Denkesyah Cirebon, RS Ciremai Resmikan Layanan Kesehatan Baru

MPLS SMPN Garut Tanamkan Cinta Lingkungan, 440 Siswa Diajak Selamatkan Sungai Cimanuk

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:51 WIB
header img
Sebanyak 440 peserta didik baru mengikuti MPLS di Halaman SMPN 1 Bayongbong, Foto: iNewsGarut.id/ Hendra YG.

GARUT, iNewsGarut.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Bayongbong tahun ini tidak hanya berisi pengenalan sekolah dan tata tertib. Pada hari ketiga pelaksanaan MPLS, sebanyak 440 peserta didik baru diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, khususnya Sungai Cimanuk yang berada di depan sekolah.

Kepala SMPN 1 Bayongbong, Herdi Mulyana RH menjelaskan, sekolah sengaja menghadirkan narasumber dari berbagai instansi pemerintah dan pegiat sosial agar peserta didik memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sosial. Karena itu kami menghadirkan materi tentang kebencanaan, pengelolaan lingkungan, dan berbagai persoalan sosial agar anak-anak memiliki kepedulian sejak dini," ujar Herdi di SMPN 1 Bayongbong, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan pihak eksternal diharapkan terus berlanjut sehingga mampu membangun budaya positif di lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan.

Salah satu narasumber yang merupakan pegiat lingkungan Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Kadapi menilai peran pelajar sangat besar dalam menjaga kelestarian alam. 

Ia menggambarkan, jika setiap siswa SMPN 1 Bayongbong menanam satu pohon di bantaran sungai, maka akan ada sekitar 1.200 pohon baru yang tumbuh.

"Bayangkan kalau satu anak saja mengajak keluarganya untuk tidak membuang sampah ke sungai dan menanam satu pohon di pinggir sungai. Dari SMPN 1 Bayongbong saja sudah ada 1.200 pohon yang bisa ditanam. Dampaknya tentu luar biasa," katanya.

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program pemerintah yang tengah mendorong penanaman dua miliar pohon di Indonesia sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain pembentukan karakter ramah, santun, dan disiplin selama MPLS, pendidikan berwawasan lingkungan juga dinilai menjadi bekal penting bagi peserta didik agar tumbuh sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap alam.

Dalam kesempatan itu, narasumber juga menyampaikan pesan reflektif mengenai kondisi Sungai Cimanuk. Menurutnya, jika sungai bisa berbicara, sungai hanya ingin dirawat oleh manusia sebagai khalifah di bumi.

"Sungai bisa menjadi sumber kehidupan, tetapi juga bisa menjadi sumber bencana jika tidak dijaga. Air adalah kebutuhan utama setelah udara. Ketika sungainya bersih dan terawat, saat musim kemarau tidak kekeringan, saat musim hujan tidak terjadi banjir," ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa panjang sungai dari dulu hingga sekarang tetap sama, tetapi kondisinya semakin menyempit dan dangkal akibat aktivitas manusia. Karena itu, keberadaan Sungai Cimanuk yang berada tepat di depan SMPN 1 Bayongbong diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan pelajar peduli sungai.

"Minimal mulai dari sekolah ini, Sungai Cimanuk bisa dijaga bersama. Jangan sampai sungai berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Sungai harus tetap menjadi bagian dari peradaban yang memberi manfaat bagi kehidupan manusia," pungkasnya.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut