Santri Pasundan Siap Bersinergi dengan Polda Jabar, Fokus Perangi Judi Online hingga Narkoba
BANDUNG, iNewsGarut.id – Pengurus Pusat Santri Pasundan menyatakan kesiapan bersinergi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari judi online, pinjaman online bermasalah, peredaran narkoba, hingga ancaman radikalisme di ruang digital.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Santri Pasundan, Haji Aceng Nasir, didampingi Dewan Pembina KH Deden Fahrurozi dan Yusuf Syahroni, seusai bersilaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki beserta jajaran di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Aceng Nasir mengatakan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah dampak judi online dan pinjaman online terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Santri Pasundan akan meneruskan edukasi dan sosialisasi kepada para pimpinan pondok pesantren serta jaringan Santri Pasundan di berbagai daerah di Jawa Barat agar masyarakat semakin memahami bahaya praktik tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari judi online dan pinjaman online yang berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi maupun sosial.
Selain itu, Aceng juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Polda Jabar dalam pemberantasan narkotika dan obat-obatan berbahaya, termasuk pengungkapan fasilitas produksi pil ilegal yang dinilai mengancam keselamatan generasi muda.
Ia menilai, upaya penegakan hukum perlu diperkuat dengan edukasi dan pencegahan yang melibatkan masyarakat, termasuk kalangan ulama dan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Santri Pasundan juga menyampaikan rencana membangun sinergi dengan Polri melalui program digitalisasi masjid di Jawa Barat.
Aceng Nasir menjelaskan, digitalisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat informasi, komunikasi, edukasi masyarakat, dan dakwah.
Melalui keterlibatan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan jaringan masjid di berbagai wilayah, informasi mengenai program pemerintah, kegiatan kemasyarakatan, serta pesan-pesan edukatif diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk di daerah pedalaman.
Menurut Aceng, penguatan jaringan informasi berbasis masjid menjadi penting di tengah perkembangan teknologi digital. Selain mempermudah akses informasi, langkah tersebut diharapkan dapat membantu menangkal penyebaran paham radikal melalui internet dan media sosial.
Melalui rangkaian program tersebut, Santri Pasundan menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran masyarakat, melindungi generasi muda, serta memperkuat sinergi dengan kepolisian demi menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Barat.
Editor: ii Solihin