GARUT, iNewsGarut.id – Solihin (50) warga Kampung Cijeler Kidul, Desa/Kecamatan Leuwigoong, Garut, Jawa Barat, yang tidak bisa tidur selama 4 tahun mendapatkan theraphy psikis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya.
Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut pendampingan terhadap keluarga korban Agum Gumelar (13) yang menjadi korban pembunuhan pada tahun 2023 lalu. Ternyata Solihin (50) yang viral di media merupakan ayah dari korban pembunuhan bocah berusia 13 tahun itu.
Nampak terlihat Ketua KPAID Tasikmalaya Ato Rinanto didampingi tim theraphy dan Satgas KPAID Tasikmalaya, serta Anggota DPRD Jabar Komisi V Enjang Tedi, bertemu langsung Solihin (50) untuk membahas lebih jauh terkait dengan pe untuk Solihin (50).
Disela waktunya Ato Rinanto mengatakan, sengaja datang menemui Solihin (50) sebagai tindak lanjut pendampingan terhadap ananda korban ketika itu. Dan, imbuhnya, melakukan pendampingan psikis terhadap ayahanda korban yang memang diminta oleh Komisi V DRPD Jabar untuk bisa turun kembali mendampingi kasus ini.
"Kami datang ke Garut sebagai tindak lanjut pendampingan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya, dimana efek dari peristiwa itu, ayahanda korban ini terhitung sejak april 2020 sampai hari ini mengalami penyakit yang aneh yaitu tidak bisa tidur,"kata Ato yang didampingi anggota DPRD Jabar Enjang Tedi, Sabtu (1/6/2024).
Menurutnya, pihaknya akan melakukan pendalaman apa yang terjadi, dan hasilnya nanti akan di komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Komisi V DRPD Jabar, serta akan melakukan komunikasi efektif dengan Pemerintah Daerah di Kabupaten Garut.
"Kita akan segera komunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Jabar maupun Pemda Garut, hasil dari pendalaman yang dilakukan tim kepada Pak Solihin yang memang merupakan ayahanda korban pembunuhan waktu itu,"ujarnya.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait