Mewakili keluarga, H. Arif Bakhtiar, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang diberikan pemerintah daerah. Ia menilai ziarah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama memimpin Garut.
Pihak keluarga juga menyampaikan doa agar jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah, serta mampu melanjutkan cita-cita pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana refleksi. Ia menyebut sedikitnya empat makna penting dari kegiatan tersebut.
Pertama, sebagai pengingat bahwa setiap pemimpin pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Kedua, sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu. Ketiga, menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai pengabdian yang telah ditorehkan. Dan keempat, sebagai komitmen moral untuk melanjutkan perjuangan pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua MUI Kabupaten Garut, Dr. KH. Abdul Muis Hamzah, dilanjutkan tabur bunga di pusara almarhum oleh Bupati dan para tamu undangan.
Ziarah ini menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Jadi Garut ke-213, sekaligus pengingat bahwa perjalanan pembangunan daerah tak lepas dari dedikasi para pemimpin terdahulu yang meletakkan fondasi bagi kemajuan Garut hari ini.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
