Di tengah kenaikan harga, tren pembelian secara kredit justru mengalami peningkatan. Rida menilai skema cicilan menjadi solusi yang banyak dipilih masyarakat agar tetap bisa memperoleh perangkat elektronik yang dibutuhkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.
“Pembelian melalui kredit saat ini cenderung meningkat. Banyak konsumen yang memanfaatkan fasilitas cicilan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan elektroniknya, “ ungkapnya.
Dari sisi bisnis, pelemahan rupiah turut berdampak pada penurunan jumlah transaksi harian. Berkurangnya konsumen yang melakukan pembelian membuat omzet penjualan ikut terpengaruh.
“Jumlah konsumen yang bertransaksi setiap hari berkurang dibandingkan kondisi normal. Tentunya ini berpengaruh terhadap penjualan,” katanya.
Untuk menjaga daya saing di tengah kondisi pasar yang menantang, pihak toko menerapkan sejumlah strategi. Selain memperkuat program pembiayaan melalui kredit dan cicilan, toko juga memperbanyak pilihan produk dengan variasi harga yang lebih beragam.
Langkah tersebut dilakukan agar konsumen tetap memiliki alternatif perangkat elektronik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi mereka.
Kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih fleksibel sekaligus menyediakan produk di berbagai segmen harga agar masyarakat tetap memiliki pilihan, “pungkas Rida.
Pelemahan rupiah yang memicu kenaikan harga barang elektronik impor kini menjadi tantangan bagi pelaku usaha ritel di daerah. Sementara bagi konsumen, kondisi ini menuntut perencanaan belanja yang lebih cermat agar kebutuhan teknologi tetap terpenuhi di tengah tren harga yang terus meningkat.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
