Pemberdayaan Masyarakat Jadi Pilar Utama Program Kahuripan Kamojang

Hendra YG
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) menunjukkan bibit sayuran hasil budidaya pertanian terpadu di Kahuripan Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. (Foto: iNewsGarut.id/ Hendra YG)

Di sektor pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) Rengganis 76 mengembangkan pertanian terpadu berbasis konsep zero waste. Program ini mengintegrasikan budidaya tanaman pangan, hortikultura, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum produktif. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap berkontribusi secara produktif.

Sementara itu, Kelompok Tani Hutan (KTH) Gunung Kamojang mengembangkan budidaya kopi arabika yang selaras dengan upaya konservasi hutan. Selain menghasilkan komoditas kopi, kelompok ini juga mengembangkan pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah, seperti pakan ikan dan berbagai produk olahan lainnya.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui Program Kamojang Bersih yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis TPS3R. Sampah organik dan anorganik diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi, termasuk bahan baku paving block. Program ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga.

Upaya konservasi turut diperkuat oleh kelompok Bina Karya Mandiri melalui kegiatan pelestarian berbagai jenis pohon endemik Kamojang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan dan perlindungan lingkungan.

Kepala Dusun Kahuripan Kamojang, Rahmat, menilai program ini menjadi contoh kolaborasi yang mampu menyatukan kepentingan sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam satu gerakan bersama. Menurutnya, keberadaan potensi energi panas bumi di kawasan Kamojang harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar tanpa mengurangi kualitas lingkungan yang menjadi penopang kehidupan.

Saat ini berbagai produk hasil program, mulai dari olahan jamur, kopi, hasil pertanian hingga produk daur ulang, telah dipasarkan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Kahuripan Kamojang diharapkan dapat berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang mampu menciptakan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian alam.

Editor : ii Solihin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network