“Rasanya sangat enak karena semuanya masih enak, masih fresh. Buah-buahannya, sambal, sayurannya juga banyak,” kata Dika.
Ia juga menilai sistem prasmanan lebih praktis dibandingkan mekanisme pembagian makanan yang sebelumnya diterapkan.
MTsN 4 Garut sendiri memiliki sekitar 21 kelas. Tim pendamping dari SPPG akan terus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tata cara pengambilan, pemorsian, serta pembagian makanan.
Jika hasil evaluasi menunjukkan sistem tersebut berjalan efektif, pola prasmanan berpeluang dikembangkan untuk mendukung penyaluran MBG yang lebih cepat, tertib, sekaligus memberikan edukasi gizi dan kemandirian kepada para siswa.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
