“Bagi sebuah turnamen komunitas modern yang mempertemukan 64 tim atau total sekitar 320 gamers sekaligus dalam satu arena seperti CommuniTRI hari ini, kestabilan koneksi adalah faktor krusial. Dalam pertandingan kompetitif Mobile Legends, kendala lag atau disconnect (DC) sepersekian detik saja bisa menentukan menang atau kalah,” ujar Gemi.
Ia berharap semakin berkembangnya kegiatan kompetitif seperti ini dapat memberikan ruang lebih luas bagi para pemain Garut untuk meningkatkan kemampuan dan membangun ekosistem esports daerah.
Sementara itu, Hendrik, peserta turnamen dari tim Daredevilboy, mengatakan koneksi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pemain saat mengikuti pertandingan offline, khususnya ketika arena dipadati pengunjung.
“Biasanya kalau ikut turnamen offline di tengah keramaian mal, kekhawatiran terbesar kami adalah koneksi yang tiba-tiba drop atau DC pas lagi team fight penentuan. Tapi di turnamen hari ini, jaringan Indosat 5G terasa stabil,” kata Hendrik.
Menurutnya, koneksi yang dirasakan selama pertandingan membantu dirinya dan rekan satu tim lebih fokus menjalankan strategi. Para pemain pun dapat berkonsentrasi mengejar kemenangan, termasuk meraih pencapaian seperti MVP hingga Savage dalam permainan.
Indosat menyatakan kehadiran jaringan 5G di sejumlah titik strategis Garut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas digital masyarakat. Selain untuk gaming, konektivitas tersebut juga ditujukan untuk menunjang kebutuhan komunikasi dan pembuatan konten di media sosial.
Swandi mengajak masyarakat Garut untuk memanfaatkan layanan Indosat sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari, sejalan dengan kampanye perusahaan yang mengusung semangat “Mau Ini Itu, Ya Indosat 5G”.
Melalui turnamen CommuniTRI: Mobile Legends Power Battle, Indosat dan komunitas esports Garut menyoroti pentingnya ruang kompetisi serta dukungan konektivitas dalam mendorong perkembangan aktivitas digital anak muda di daerah.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
