Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Lingkungan Hidup Bertemu Komunitas Adat di Garut, Dorong Gerakan Bersama Lindungi Alam
Advertisement . Scroll to see content

Daya Beli Masyarakat di Pasar Tradisional Garut Turun

Jum'at, 09 September 2022 | 18:34 WIB
  • author Fani Ferdiansyah
Daya Beli Masyarakat di Pasar Tradisional Garut Turun
Sejumlah ibu-ibu membeli bawang merah di salah satu kios Pasar Guntur Ciawitali Garut, Jumat (9/9/2022). Daya beli masyarakat pasca kenaikan harga BBM di sejumlah pasar tradisional mengalami penurunan. Foto iNewsGarut.id/ Fani Ferdiansyah.

"Banyak faktor yang membuat harga cabai melejit, pertama faktor hama yang membuat panen terbatas, lalu naiknya harga BBM yang berpengaruh di pengangkutan. Turunnya daya beli masyarakat yang mencapai 50 persen, sangat berdampak pada kami selaku pedagang," ujar Oping. 

Akibatnya, lanjutnya, dia harus mengurangi stok komoditas yang harus dijual. Tak tanggung tanggung, pengurangan stok mesti dilakukan hingga 70 persen. 

"Misalnya, untuk cabai merah saya biasa belanja untuk stok itu antara 800 kwintal sampai 1 ton per hari. Karena daya beli turun, saya terpaksa mengurangi hingga 1,5 kwintal per hari," katanya.

Bila tidak dikurangi, pasokan di gudangnya akan menumpuk dan berdampak pada busuknya kualitas stok yang tersedia. "Sebagai pedagang, perputaran uang itu sangat penting untuk kelangsungan usaha. Menurunnya daya beli membuat saya sebagai pedagang mundur teratur, mengurangi stok dari biasanya," ucapnya. 

Editor: ii Solihin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut