KPAID Tasikmalaya Tafsirkan Korban Sodomi di Garut Lebih Dari Satu

Diceritakannya, kejadian itu terjadi pada saat anaknya itu bermain, yang pertama di makam, kedua di sawah, dan yang ketiga itu di belakang masjid. "Tiga tempat kejadiannya yakni di makam, sawah, dan belakang masjid, itu saat anak Saya diajak main sama pelaku,"ucapnya.
Selaku orang tua korban, IM (35) berterima kasih kepada instansi pemerintah yang sudah menangani kasus yang menimpa anaknya itu, sehingga saat ini kedua pelaku sudah menjalani proses hukum dengan apa yang dilakukannya.
"Hampir satu tahun memperjuangkan hak keadilan anak Saya Alhamdulillah membuahkan hasil, ada perhatian dari Dinas juga dari Kemensos, terima kasih,"ujarnya.
IM (35) menyebut bahwa memang masih ada korban lainnya selain dari anaknya, namun belum ada yang berani melaporkan, karena memang dugaan intimidasi terhadap dirinya itu ada.
"Kalau masalah korban yang lain itu ada, tapi engga ada yang berani berbicara, tapi dengan Saya mewakili yang lainnya, mudah-mudahan kedepannya ada yang berani sebagai orang tua melaporkan kalau memang itu benar tindak pidana yang dialami seperti anak Saya,"pungkasnya.
Diketahui Kedua Pelaku Sodomi yang dilakukan terhadap bocah berumur 6 tahun itu sudah dijatuhkan vonis, dimana vonis untuk masing-masing pelaku yakni 2 dan 3 tahun penjara. Saat ini kedua pelaku berada di rumah tahanan (rutan) Garut untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya.
Editor : ii Solihin