Pemantauan SPPG di Garut, BGN Dorong Efektivitas dan Transparansi Program Gizi Nasional

GARUT, iNewsGarut.id – Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha, memimpin kegiatan optimalisasi pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di Mercure Hotel Garut, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memastikan program pemerintah dalam pemenuhan gizi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak Indonesia. Dadang menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada distribusi, tetapi juga pada pengawasan yang ketat terhadap komposisi makanan yang disajikan. “Komposisi makanan harus terukur dengan jelas, mulai dari kecukupan karbohidrat, serat, hingga protein. Dan itu semua tanggung jawab kepala dapur di masing-masing wilayah,” tegasnya dalam keterangannya yang diterima iNewsGarut.id, Jum'at (29/8/2025).
Dadang menambahkan, pemantauan dan pengawasan SPPG dilakukan secara berkala oleh berbagai pihak untuk memastikan efektivitas dan efisiensi program. Hal ini sekaligus menjadi jaminan bahwa kualitas serta keamanan pangan tetap terjaga sesuai standar.
“Pemantauan dan pengawasan SPPG bertujuan memastikan efektivitas program, menjamin kualitas dan keamanan pangan, mengevaluasi pelaksanaan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Sejalan dengan pernyataan Dadang, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BGN. Ia menilai program ini memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat, terutama anak-anak, agar mendapatkan asupan gizi yang layak.
“Mudah-mudahan dengan cara ini, target pemerintah pusat, khususnya menuju Indonesia Emas 2045, dapat tercapai. Anak-anak kita harus sehat, cerdas, dan berguna untuk sesama,” kata Nurdin.
Lebih lanjut, Nurdin juga menyinggung pentingnya program ini dalam mencegah kasus stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Dengan pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini, diharapkan perkembangan otak anak akan lebih optimal.
“Ketika anak tidak mengalami stunting, jelas perkembangan otaknya maju. Itu sejalan dengan dukungan Badan Gizi Nasional dalam program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan mengatasi masalah kekurangan gizi, mencegah stunting, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Dengan pengawasan SPPG yang semakin dioptimalkan, pemerintah berharap distribusi makanan bergizi di sekolah-sekolah dapat tepat sasaran.
Langkah BGN ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat sejak dini. Terlebih, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya terletak pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang sehat secara fisik maupun mental.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas. Anak-anak Indonesia tidak hanya akan terhindar dari masalah gizi buruk, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Editor : ii Solihin