Sebelum Kayuhan Panjang ke Mekkah, Asep Akung Meminta Restu dari Tanah Kelahirannya
Lebih dari sekadar perjalanan ibadah, Asep ingin membawa pesan tentang pentingnya hidup sehat melalui olahraga serta kepedulian terhadap lingkungan. Sepeda yang akan membawanya melintasi berbagai negara menjadi simbol sederhana bahwa perjalanan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dukungan masyarakat Garut menjadi energi tersendiri bagi dirinya. Sebelum mengayuh pedal meninggalkan kota kelahirannya, Asep menyampaikan harapan sederhana: doa dan restu dari seluruh warga Garut.
Ia menargetkan dapat mencapai Mekkah dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan, tergantung kondisi yang dihadapi selama perjalanan. Target itu mungkin terdengar ambisius, tetapi bagi Asep, perjalanan ini sejak awal memang dibangun di atas keyakinan bahwa tidak ada tujuan yang terlalu jauh jika diiringi niat yang kuat.
Dari Garut menuju Mekkah, ribuan kilometer akan terbentang di depan. Namun sebelum menaklukkan jalan-jalan panjang di berbagai negara, Asep lebih dulu mengumpulkan bekal yang paling penting: doa dari tanah kelahirannya.
Editor : ii Solihin