get app
inews
Aa Text
Read Next : Penyegaran Kepemimpinan Warnai Denkesyah Cirebon, RS Ciremai Resmikan Layanan Kesehatan Baru

Pasanggiri Jaipongan di Garut Jadi Upaya Rawat Budaya Sunda di Tengah Arus Globalisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:38 WIB
header img
Tari tradisional memeriahkan Pasanggiri Jaipongan, menghadirkan pesona seni dan budaya lokal, Minggu (9/8/2026). Foto: iNewsGarut.id/ Hendra YG

GARUT, iNewsGarut.id – Kekhawatiran terhadap semakin terkikisnya budaya Sunda di tengah derasnya arus globalisasi mendorong Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menggelar Pasanggiri Jaipongan, di GOR Desa Banjarsari, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hajat Desa Banjarsari ke-94, sekaligus momentum menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional Sunda, khususnya Jaipongan.

Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, mengatakan Pasanggiri Jaipongan sengaja digelar sebagai salah satu langkah untuk menjaga agar seni dan budaya Sunda tidak semakin terkikis oleh perkembangan zaman.

“Kenapa kita mengadakan Pasanggiri ini? Salah satunya untuk melestarikan budaya Sunda yang mungkin selama ini sudah mulai terkikis,” ujar Edi.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi memang memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda.

Karena itu, masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, perlu diberi ruang untuk mengenal sekaligus terlibat langsung dalam seni tradisional.

“Harapan saya, ini bisa memotivasi khususnya para pecinta penari untuk mendorong bagaimana caranya kita jangan sampai budaya ini hilang tanpa arah,” katanya.

Sekitar 20 warga Banjarsari turut ambil bagian melalui sejumlah sanggar seni yang ada di desa tersebut. Mereka berkolaborasi dengan sanggar-sanggar dari wilayah Kabupaten Garut maupun luar Garut.

Bagi Pemerintah Desa Banjarsari, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan tradisi secara simbolis. Budaya harus diberi ruang untuk dipelajari, dipentaskan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, semangat tersebut sejalan dengan pesan yang diusung dalam rangkaian Hajat Desa Banjarsari tahun ini.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut