Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kenaikan Pangkat Jadi Momentum Penguatan Tanggung Jawab, Korps Perwira Kodam III Siliwangi
Advertisement . Scroll to see content

BGN Uji Pola Prasmanan untuk MBG di Garut, Siswa Ikut Terlibat dalam Pembagian Makanan

Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:46 WIB
  • author Yoga Sundawa
BGN Uji Pola Prasmanan untuk MBG di Garut, Siswa Ikut Terlibat dalam Pembagian Makanan
Uji coba tersebut berlangsung di MTsN 4 Garut, dengan penyediaan makanan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibunar 1, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.Foto iNewsGarut.id/ Yoga Sundawa

GARUT, iNewsGarut.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji pola baru dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu metode yang kini diuji coba adalah sistem prasmanan yang memungkinkan siswa mengambil makanan secara langsung sesuai takaran yang telah ditentukan.

Uji coba tersebut berlangsung di MTsN 4 Garut, dengan penyediaan makanan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibunar 1, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Penerapan metode ini berbeda dengan pola pembagian sebelumnya yang menggunakan wadah makan atau ompreng untuk masing-masing siswa. Dalam sistem prasmanan, makanan ditempatkan pada meja penyajian, kemudian siswa mengambil menu dengan porsi yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan gizi.

Kepala SPPG Cibunar 1, Fauzi Muhammad Rizki, mengatakan pelaksanaan perdana uji coba tersebut berjalan lancar. Pihak sekolah dan para siswa juga memberikan respons positif terhadap metode baru tersebut.

“Alhamdulillah untuk kegiatan pilot project MBG prasmanan di MTsN 4 Garut berlangsung dengan baik. Responsnya juga sangat bagus,” kata Fauzi, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, salah satu pertimbangan utama penerapan sistem prasmanan adalah mempercepat proses distribusi makanan kepada para siswa. Sebab, pembagian menggunakan sistem ompreng sebelumnya membutuhkan waktu yang cukup panjang, bahkan bisa lebih dari dua jam.

Melalui pola prasmanan, waktu pendistribusian diharapkan dapat dipersingkat sehingga proses makan bersama di lingkungan sekolah menjadi lebih efektif.

“Dengan pilot project MBG prasmanan ini, waktunya bisa kita pangkas dan diharapkan dapat ditekan di bawah dua jam,” ujarnya.

Selain persoalan waktu, SPPG juga memperhatikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Suhu makanan diupayakan tetap berada pada angka 60 derajat Celsius atau lebih ketika disantap.

Editor: ii Solihin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut