Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kenaikan Pangkat Jadi Momentum Penguatan Tanggung Jawab, Korps Perwira Kodam III Siliwangi
Advertisement . Scroll to see content

Sekjen Pesantren Kemenag RI Lepas Keberangkatan Santri Garut Ke Universitas Al-Azhar Mesir

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:53 WIB
  • author Yoga Sundawa
Sekjen Pesantren Kemenag RI Lepas Keberangkatan  Santri Garut Ke Universitas Al-Azhar Mesir
Santri dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Prosesi pelepasan digelar di Auditorium Drs. H. Dede Satibi, Al Mashduqi Islamic School Garut. (Foto: Istimewa).

GARUT, iNewsGarut.id – Sebanyak 11 santri dari tiga lembaga pendidikan pesantren di Jawa Barat dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Prosesi pelepasan digelar di Auditorium Drs. H. Dede Satibi, Al Mashduqi Islamic School Garut, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Arsyad Hidayat, dan dihadiri jajaran pengurus yayasan, pimpinan pesantren, pejabat pemerintah daerah, serta orang tua santri.

Dari total 11 santri, lima orang berasal dari Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut, yakni Callysta Zakiyah Ahmad, Fathin Vira Rahima, Muhammad Afifi Al Abqory, Moch. Fajri Rifa Oktaviansyah, dan M. Hasbi Kaisar Almaula Fajr.

Sementara itu, tiga santri berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al-Azhar Rancaekek, yaitu Dzakwan Firdaus, Fadil Fauzi Rahman, dan Siregar Mhammad Ihsan. Tiga santri lainnya berasal dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya, yakni Hikmatuz Zahra Hanifa, Khayla Rihhadatul Aisy, dan Neisa Aura Fajar.

Direktur Al Mashduqi Islamic School Garut, H. Arif Bakhtiar, mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan santri angkatan keempat yang akan melanjutkan pendidikan ke salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia tersebut.

Menurut Arif, Al Mashduqi merupakan satu dari 17 pesantren di Indonesia yang menjadi bagian dari cabang Ma'had Al-Azhar Kairo, sekaligus satu-satunya cabang Ma'had Al-Azhar Kairo di Jawa Barat.

Ia menjelaskan, para santri Al Mashduqi yang mengikuti prosesi pelepasan telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Azhar tahun 2026. Setelah dinyatakan lulus Imtihan Syahadah Ma'had Al-Azhar dan memperoleh ijazah atau syahadah, mereka dapat melanjutkan studi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, puji syukur tidak terhingga atas karunia, rahmat, dan nikmat Allah. Di tahun 2026 ini, santri murid Al Mashduqi IIBS Garut angkatan keempat dapat kita hantarkan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir,” ujar Arif.

Dukungan terhadap para santri juga disampaikan Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, yang hadir sebagai orang tua santri Al Mashduqi.

Dalam sambutannya, Putri mengapresiasi peran Yayasan Al Mashduqiyyah Garut dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki daya saing dan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Al Mashduqiyyah Garut secara keseluruhan yang telah mencetak anak-anak dengan daya saing tinggi hingga menghantarkan mereka ke jenjang studi dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Ia berharap para santri mampu menjadi generasi transformatif yang siap menghadapi perubahan zaman, mengembangkan kemampuan akademik, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Arsyad Hidayat menilai kesempatan belajar di Universitas Al-Azhar merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Ia menyebut Al-Azhar memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat serta mengajarkan nilai-nilai Islam moderat.

Arsyad juga mendorong para santri untuk memperluas wawasan dengan mempelajari berbagai bidang ilmu, tidak terbatas pada kajian keagamaan.

“Ini adalah capaian yang luar biasa. Kita tahu Al-Azhar ini merupakan tempat sumber ilmu dan ajaran Islam yang moderat. Saya berharap para santri nanti bisa mengenyam pendidikan dengan ragam bidang studi lainnya, tidak hanya mengambil studi bidang agama saja,” ungkapnya.

Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Hamzah Rukmana, Ia menilai pelepasan tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi penerus melalui pendidikan dan penguatan kapasitas keilmuan.

Menurut Hamzah, pendidikan yang diperoleh para santri diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Melalui keberangkatan 11 santri tersebut, Al Mashduqi IIBS Garut bersama Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat berharap para peserta didik dapat memperdalam ilmu pengetahuan, menjaga nilai-nilai keislaman, serta membawa manfaat bagi umat setelah menyelesaikan pendidikan di Mesir.

Editor: ii Solihin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut