Kenangan paling membekas terjadi saat menempuh kuliah S1 di UPI. Demi membayar biaya semester awal, sang ibu rela menjual satu-satunya perhiasan pernikahan yang dimiliki, “Pendidikan adalah warisan terbaik,” pesan orang tuanya yang terus menjadi pegangan hidup sederhana, tekad Luar biasa
Selama tinggal di Bandung, Ocul menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Ia tinggal di kos kecil, kerap makan mi instan, dan bekerja paruh waktu di restoran demi meringankan beban keluarga. Kerja keras itu berbuah manis: gelar sarjana diraih pada 2013, magister pada 2017, hingga akhirnya menyandang gelar doktor pada 2026.
Dalam masa studi doktoral, Ocul harus membagi waktu antara tugas sebagai dosen, riset disertasi, dan keluarga. Ia menjalani hubungan jarak jauh dengan sang istri, Ginny Ginanjar Mustopa, S.Pd., M.Pd., serta putra tercinta mereka, Pragio Agler Maosul. Waktu istirahatnya sering kali hanya empat hingga lima jam per hari.
“Orang tua saya bekerja keras di kebun, saya bekerja keras di dunia akademik. Sama-sama berjuang, hanya ladangnya yang berbeda,” tuturnya.
Disertasi untuk UMKM dan Indonesia disertasi Ocul berjudul “Pengembangan Model Keterampilan Gastrodiplomasi Kuliner Indonesia bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah.” Riset ini lahir dari kepeduliannya terhadap pelaku UMKM, termasuk keluarga dan lingkungan tempat ia dibesarkan.
Ia berharap penelitiannya dapat memberikan manfaat nyata agar UMKM Indonesia memiliki daya saing global melalui sektor kuliner. Tim promotor menilai disertasi tersebut memiliki kebaruan dan relevansi kuat bagi pengembangan pendidikan vokasional.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
