“Dari hasil demplot yang kami tinjau, produktivitas dan mutu umbinya sudah menunjukkan potensi untuk bersaing dengan produk impor. Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, upaya ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor,” ujar Nandang.
Sementara itu, Subardi dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI menegaskan bahwa pendampingan teknis akan terus dilakukan. Pendampingan tersebut mencakup standar budidaya, penggunaan benih unggul, hingga penanganan pascapanen agar sesuai dengan ketentuan nasional.
Program demplot di Pasirwangi diharapkan menjadi model pengembangan bagi petani lain di Kabupaten Garut. Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian, Garut dinilai memiliki peluang nyata untuk tumbuh sebagai sentra bawang putih nasional dengan kualitas setara impor.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
