GARUT, iNewsGarut.id – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bertemu dengan sejumlah komunitas adat dalam ajang Lawung Lingkung 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (30/9/2026) siang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen pelestarian lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga hutan dan alam dari kerusakan serta ancaman bencana ekologis.
Dalam kegiatan itu, Mohammad Jumhur Hidayat berdialog dengan perwakilan komunitas adat dari berbagai wilayah Jawa Barat. Di antaranya Kampung Adat Urug, Kampung Dukuh, Sirnaresmi, Kampung Mahmud, Cirendeu, Cikondang, Kampung Pulo, Kampung Naga, AKUR Cigugur, hingga komunitas Dayak Segandu.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga dianugerahi gelar kehormatan adat Pasundan, Sinatria Jaga Riksa Nusantara. Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas komitmennya terhadap upaya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Tatar Pasundan.
Prosesi tersebut turut disaksikan Bupati Garut bersama para tokoh adat dan tamu undangan lainnya.
Selain berdialog, Menteri Lingkungan Hidup menyerahkan ribuan bibit kopi untuk ditanam di kawasan kampung adat. Bantuan berupa motor sampah juga diberikan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengelolaan lingkungan dan kebersihan di masyarakat.
Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan, menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja. Menurutnya, persoalan kerusakan alam membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ia menyebut upaya menjaga lingkungan harus dilakukan lintas agama, tingkat pendidikan, hingga lintas kebudayaan. Setiap komunitas adat di Nusantara, kata dia, memiliki nilai dan filosofi yang dapat menjadi landasan dalam menjaga serta memelihara alam.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
