Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Lingkungan Hidup Bertemu Komunitas Adat di Garut, Dorong Gerakan Bersama Lindungi Alam
Advertisement . Scroll to see content

Terlibat Penganiayaan, Pesantren Persis Rancabango Akui Belasan Santrinya Salah

Selasa, 13 September 2022 | 18:15 WIB
  • author Fani Ferdiansyah
Terlibat Penganiayaan, Pesantren Persis Rancabango Akui Belasan Santrinya Salah
Muadir Muallimin Pesantren Persis 99 Rancabango Garut, Luthi Lukman Hakim, menyampaikan keterangan pers terkait 16 santrinya yang dilaporkan ke polisi akibat penganiayaan terhadap AH (16). Foto.iNewsGarut/Fani Ferdiansyah.

Para santri masih muda sehingga mungkin kesal dan emosi. Namun sebagai pengawas kami memiliki keterbatasan, namanya manusia, ucap Luthfi Lukman Hakim. 

Luthfi juga menjelaskan bahwa tindakan pencurian yang diduga dilakukan oleh korban sebelumnya bukan hanya sekali, melainkan beberapa kali. Selain HP, korban AH, disebut-sebut juga mencuri jam tangan milik santri lain di asramanya. 

Barang buktinya ada, saksinya ada. Tapi korban tetep bersikeras tidak mencuri, hingga pada akhirnya semua ke-16 santri kami tersulut emosinya," katanya. 

Pihak pesantren, sambungnya, telah berupaya untuk fokus merukunkan kembali para santri itu dengan korban. Terkait surat yang dilayangkan kepada pihak orang tua korban, Luthfi Lukman Hakim menjelaskan bahwa itu merupakan undangan bagi orang tua AH, karena korban menjadi jarang masuk sekolah. 

"Kami ingin tahu perkembangan kesehatannya seperti apa, kami sama sekali tidak memiliki maksud apapun kepada korban atau keluarganya. Korban tetaplah anak didik kami, begitu juga dengan 16 santri yang melakukan penganiayaan terhadapnya, juga anak didik kami," paparnya. 

Editor: ii Solihin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut