Mengunjungi Kampung Adat Pulo, Sejarah Perkembangan Islam di Leles Garut pada Abad ke-17

Kemudian pantangan lainnya, yaitu tidak boleh membangun rumah yang beratap jurey, harus memanjang, tidak boleh memukul gong besar, dan tidak boleh menyimpan peliharaan kaki empat yang besar seperti sapi, kerbau dan kambing.
Berdasarkan kepercayaan setempat, apabila ada warga yang melanggar salah satu aturan yang sudah ditetapkan itu, maka akan timbul malapetaka bagi masyarakat Kampung Adat Pulo.
Makanan khas Kampung Adat Pulo sendiri tak jauh berbeda dengan kudapan khas Jawa Barat, yaitu burayot, seroja, dan opak gogondoh. Makanan ini, kaya Tatang, setidaknya telah banyak beredar di luar Kampung Pulo.
"Penyebabnya karena sekarang ini sudah banyak sekali keturunan adat Kampung Pulo yang menyebar di luar, dan jumlahnya bukan hanya seratus dua ratus, tapi sudah ribuan," tuturnya.
Editor : ii Solihin