Festival Kopi Kamojang Dorong Ekonomi Warga, Disiapkan Jadi Destinasi Edu-Wisata
Lebih jauh, Kahuripan Kamojang diproyeksikan menjadi pilot project edu-wisata yang menggabungkan potensi ekonomi, lingkungan, pertanian, kopi dan kehidupan masyarakat setempat.
“Harapannya ini jadi pilot project, jadi tempat edu-wisata yang baik, sehingga nantinya bisa diterapkan di kampung-kampung lain,” ujarnya.
Desa Laksana Masuk Kategori Desa Wisata Berkembang, sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung, H. Wawan A. Ridwan, menyebut kawasan Kamojang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Pemkab Bandung, kata Wawan, terus mendorong pertumbuhan desa wisata di berbagai wilayah. Dari sekitar 100 desa wisata yang dikembangkan, Desa Laksana saat ini telah masuk dalam kelompok desa wisata dengan kategori berkembang.
“Desa Laksana termasuk ke dalam 27 desa wisata yang sudah mencapai level berkembang,” kata Wawan.
Ia menilai Festival Kopi Kamojang dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi wisata daerah.
Menurutnya, pembangunan desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor panas bumi, perkebunan dan kehutanan, dinilai penting untuk memperkuat daya tarik kawasan.
Editor: ii Solihin