Dari Modal Kecil Menuju Pasar Ekspor, Perjalanan Mengesankan Gasebu dan PNM
GARUT, iNewsGarut.id - Di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Susanti memproduksi gula aren bernama Gasebu sejak 2015. Meski kualitasnya bagus, usahanya sempat sulit berkembang karena terkendala modal, promosi, dan sistem pencatatan yang sederhana.
Peluang ekspor yang pernah datang pun terpaksa tertunda karena kapasitas produksinya belum siap memenuhi permintaan skala besar.
Titik balik terjadi saat ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal empat juta rupiah.
Modal itu ia gunakan untuk merangkul para petani aren setempat dalam kelompok usaha binaan. Selain dukungan finansial, PNM memberikan pendampingan pembuatan kemasan hingga pemasaran digital.
Produk UMKM -nya bahkan sempat viral di TikTok hingga memikat eksportir asal Cianjur yang mengajukan permintaan sampel sebanyak 30 ton untuk penjajakan ekspor.
Kini, usaha Susanti tidak hanya berhasil memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memberdayakan 113 petani aren dan 17 pekerja lokal.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan bahwa usaha ultra mikro memang membutuhkan kombinasi modal uang dan pemberdayaan agar bisa naik kelas.
Kisah Susanti membuktikan bagaimana pendampingan yang tepat mampu membawa produk pelosok menuju pasar internasional sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Melalui keberhasilan ini, Susanti berharap pendampingan berkelanjutan dari PNM terus berjalan agar makin banyak pelaku usaha kecil yang tersentuh dampak positif serupa.
Keuntungan dari Gasebu pun tak lupa disisihkan untuk kegiatan sosial warga, menegaskan bahwa kemajuan bisnis lokal di pelosok daerah pada akhirnya mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang dirasakan oleh seluruh masyarakat sekitar.t
Editor: Vitrianda Hilba Siregar