Pangdam III Siliwangi hadiri Inauguration Ceremony 2026 Santri Murid Baru Al Mashduqi IIBS Garut
GARUT, iNewsGarut.id – Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut sukses menyelenggarakan pengukuhan santri murid baru dalam agenda Inauguration Ceremony 2026 pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lemdiklat Menwa Indonesia Tarumanagara/Ballroom Green Patriot Garut tersebut mengusung tema “Building Faith, Character, and Love for the Nation.”
Momentum pengukuhan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menandai berakhirnya rangkaian masa pembentukan awal santri murid baru, yang terdiri atas 40 hari karantina awal, termasuk tiga hari Patriotic Student Camp dan 37 hari di lingkungan boarding.
Selama rangkaian tersebut, para santri murid mendapatkan pembekalan kedisiplinan, kemandirian, karakter, serta practical life skills sebagai fondasi memasuki masa studi di Al Mashduqi IIBS Garut.
Direktur Al Mashduqi Islamic School Garut, Ayahanda H. Arif Bakhtiar, S.Th.I., M.M., dalam welcoming speech-nya menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas kesabaran dan kepercayaan mereka selama proses karantina.
“Terima kasih kepada orang tua hebat atas kesabaran menunda temu rindu bersama anandanya. Ini merupakan awalan kita berikhtiar untuk mendidik, memberikan pembelajaran, dan pengasuhan lewat Al Mashduqi IIBS Garut. Alhamdulillah, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita berkesempatan mengungkapkan rasa syukur atas kesabaran 40 hari yang telah dijalani,” ujar Ayahanda H. Arif Bakhtiar.
Ia menambahkan, para santri murid baru yang dikukuhkan merupakan peserta didik terpilih yang melewati proses seleksi dengan tingkat kelulusan sekitar 10 persen dari total pendaftar. Seleksi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Al Mashduqi IIBS Garut untuk menjaga kualitas peserta didik sesuai amanat pendiri yang mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas.
Pembina Yayasan Al Mashduqiyyah Garut, H. Derajat, dalam honour speech-nya mengaitkan nilai kebangsaan dan filosofi Kodam III/Siliwangi, “Esa Hilang Dua Terbilang”, dengan kedalaman konsep tauhid dan tasawuf, yakni Syuhudul Wahdah fil Katsrah dan Syuhudul Katsrah fil Wahdah.
“Nabi tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai khalifah atau panglima, melainkan hal itu tercermin melalui perilaku dan akhlaknya. Sebagaimana pesan Prabu Siliwangi bahwa Siliwangi akan masuk ke setiap hati yang waspada. Melalui wasilah silaturahmi yang terbangun hari ini, semoga menjadi perantara bagi kita semua untuk mencapai hal yang lebih baik dan maju,” tutur H. Derajat.
Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan kemudian dilanjutkan melalui keynote speech Deputi I BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han. Ia menekankan pentingnya membangun benteng ideologi dan wawasan kebangsaan sejak dini agar generasi muda memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk pengaruh negatif, khususnya di ruang digital.
Menurutnya, pola ancaman dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya hadir dalam bentuk aksi terorisme secara langsung, tetapi berkembang melalui pendekatan soft yang memanfaatkan ruang digital.
“Pola serangan empat tahun terakhir bukan berupa aksi terorisme, tetapi menjadi pola soft dengan memengaruhi melalui intoleransi, radikalisme, narkoba, separatisme, deep fake, dan hoaks. Ruang penyebarannya banyak berada di media digital,” jelas Mayjen TNI Sudaryanto.
Editor : ii Solihin