GARUT, iNewsGarut.id – Upaya membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kepemimpinan terus dilakukan Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut. Salah satunya melalui kegiatan Educational Field Trip dengan mengajak ratusan santri mengunjungi Istana Negara dan Istana Merdeka di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 202 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pimpinan manajemen, insan penggerak, pengurus Badan Eksekutif Santri Terpadu (BEST) lintas periode, serta para santri murid.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran melalui kegiatan Istana untuk Anak Sekolah yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan pusat pemerintahan sekaligus mendapatkan pengalaman mengenai kepemimpinan nasional.
Wakil Direktur I Al Mashduqi Islamic School Garut, Ustaz Ikmal Al Hudawi, mengatakan pembelajaran di Al Mashduqi tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Menurutnya, pengalaman langsung melalui kegiatan di luar sekolah menjadi bagian dari desain pendidikan yang diterapkan untuk membangun karakter dan wawasan para santri.
“Al Mashduqi memiliki desain pembelajaran yang tidak hanya di dalam kelas. Banyak sekali bentuk pembelajaran yang dikemas melalui berbagai kegiatan seperti Educational Field Trip, Outing Class, Stadium General, dan lain sebagainya,” ujar Ikmal.
Ia menjelaskan, kunjungan ke Istana memiliki relevansi dengan dinamika organisasi santri di lingkungan sekolah. Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung tidak lama setelah Al Mashduqi menyelesaikan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Presiden BEST periode 2026/2027.
Saat ini, kepengurusan BEST periode baru tengah memasuki tahapan penyusunan kabinet. Karena itu, pengalaman melihat secara langsung pusat pemerintahan nasional diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan bagi para calon pengurus organisasi santri.
“Alhamdulillah, santri murid kami sangat antusias. Terlebih baru-baru ini di sekolah kami sudah melaksanakan Pemilu Raya Presiden Badan Eksekutif Santri Terpadu periode 2026/2027 dan saat ini sedang tahap pembentukan kabinet,” katanya.
Ikmal menambahkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembentukan karakter santri sebagai insan yang memiliki kecendekiaan, kemampuan memimpin, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi penguatan bagi santri murid untuk menjadi Insan Cendekia, Pemimpin, dan Pribadi Qur’ani. Karena 25 tahun mendatang, anak-anak yang hari ini sedang belajar adalah calon pemimpin di kemudian hari,” ujarnya.
Pengalaman tersebut juga dirasakan langsung oleh Presiden BEST terpilih periode 2026/2027, Rafif Kaffa Al Yusuf. Ia mengaku mendapat pengalaman berharga setelah berkesempatan melihat secara langsung sejumlah ruang yang menjadi bagian dari aktivitas kerja presiden.
Editor : ii Solihin
Artikel Terkait
