Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penyegaran Kepemimpinan Warnai Denkesyah Cirebon, RS Ciremai Resmikan Layanan Kesehatan Baru
Advertisement . Scroll to see content

Kapal SEAPUP Berbendera Malaysia Terdampar di Santolo Garut

Kamis, 29 Mei 2025 | 11:37 WIB
  • author Hendrik Prima
Kapal SEAPUP Berbendera Malaysia Terdampar di Santolo Garut
Satpolairud Polres Garut saat memeriksa kapal asing yang terdampar di pantai Santolo. Foto istimewa.

GARUT, iNewsGarut.id – Sebuah kapal asing berbendera Malaysia dengan nama SEAPUP menjadi perhatian masyarakat dan nelayan di kawasan Perairan Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, setelah terlihat berlabuh tanpa pemberitahuan resmi pada Rabu, 28 Mei 2025.

Mendapat laporan dari warga sekitar, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut langsung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan terhadap keberadaan kapal tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh demi menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Kepala Satpolairud Polres Garut, IPTU Aep Saprudin, bersama tiga personel lainnya. Tim mendekati kapal yang berlabuh sekitar satu mil dari bibir Pantai Santolo dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal, izin pelayaran, serta identitas seluruh kru kapal asing tersebut.

Diketahui bahwa kapal SEAPUP dinakhodai oleh Lister Paul Antony, pria berkewarganegaraan Australia yang lahir di Brisbane pada 7 November 1964. Selain sang nakhoda, terdapat tiga anak buah kapal (ABK) lain yang juga berkewarganegaraan asing, yaitu Tomas Horacio (Italia), Samuel James Frank (Inggris), dan Melisa Florencia (Argentina).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kapal tersebut mengalami kerusakan pada mesin, khususnya pada bagian pompa air. Akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan selatan Jawa dalam beberapa hari terakhir, nakhoda memutuskan untuk melakukan pelabuhan darurat di wilayah perairan Santolo guna menghindari risiko lebih besar.

Kapal tersebut dikabarkan sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Banda Aceh. Dalam situasi darurat, keputusan untuk menepi ke wilayah terdekat diambil demi keselamatan seluruh kru dan keberlangsungan pelayaran.

Editor: ii Solihin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut