Yatim Piatu, Bocah SD di Garut Tinggal di Rumah Nyaris Roboh
Dalam perjalanan menuju lokasi, Yudha mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur Utama BPR Garut.
“Alhamdulillah, tadi saya berkomunikasi dengan Pak Cepi selaku Direktur Utama BPR Garut. Insya Allah beliau akan mengalokasikan dana CSR BPR Garut untuk ikut bergotong royong memperbaiki rumah Ananda Hani,” ungkapnya.
Ia berharap semangat gotong royong dapat menjadi solusi cepat untuk membantu Hani agar memiliki rumah yang layak huni.
Lebih lanjut, Yudha berharap Bupati Garut dapat lebih mengoptimalkan forum dan regulasi terkait penghimpunan dana CSR, apalagi data TJSLP (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) telah direvisi dan disahkan tahun lalu.
“Dengan data TJSLP yang sudah disahkan revisinya tahun kemarin, saya berharap Bupati bisa lebih optimal menghimpun dana CSR untuk kepentingan warga Garut yang terkena musibah maupun anak yatim piatu seperti ananda Hani,” tegasnya.
Yudha menekankan, kasus Hani menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Semoga kita bisa bergotong royong, mencari solusi terbaik agar Ananda Hani memiliki rumah yang layak dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor : ii Solihin