get app
inews
Aa Text
Read Next : IJTI Dorong Revisi UU Hak Cipta, Usulkan Royalti Seumur Hidup bagi Jurnalis

Sudah Diappraisal, Tanah untuk Sekolah Rakyat di Garut Tak Kunjung Dibeli

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:20 WIB
header img
Audiensi Warga ke DPRD Garut terkait lahan Sekolah Rakyat. Foto(IST)

Lebih lanjut, Yuda mengungkap fakta bahwa sebenarnya anggaran pengadaan tanah untuk Sekolah Rakyat pernah tersedia dalam APBD Perubahan Tahun 2025. Namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan karena adanya perbedaan pandangan terkait harga lahan.

Sekitar 10 pemilik tanah di Desa Sukakarya saat itu tidak menyetujui nilai appraisal yang ditetapkan sebagai dasar pembelian tanah. Akibatnya, proses pengadaan lahan batal dilaksanakan.

"Kegagalan mencapai kesepakatan harga pada tahun 2025 membuat pembelian tanah tidak terealisasi. Dampaknya, anggaran pembelian tanah tidak lagi dialokasikan pada tahun 2026," kata Yuda.

Kini, para pemilik lahan berharap pemerintah segera memberikan keputusan yang jelas. Mereka menginginkan kepastian apakah tanah mereka akan benar-benar dibeli untuk pembangunan Sekolah Rakyat atau justru rencana tersebut dibatalkan.

Sementara itu, DPRD Garut mendorong agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mencari jalan keluar agar proyek Sekolah Rakyat tidak terhambat dan masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Editor : ii Solihin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut